Rombongan Daerah Istimewa Yogyakarta turut warnai Rainforest World Music Festival 2018. Gelaran yang bertempat di Sarawak Cultural Village, Kuching, Malaysia tersebut berlangsung selama 3 hari sejak 13-15 Juli 2018. Terdapat beberapa rangkaian kegiatan meliputi pertunjukkan seni, musik, pameran kerajinan dan kuliner yang sudah berlangsung selama lebih 20 tahun setiap tahun.

Tahun ini partisipasi terbagi menjadi 2 kegiatan besar yaitu kuliner dan kerajinan tangan. Delegasi kuliner Chef Anton dan Chef Yanwar dari Yogyakarta menampilkan suguhan masakan Bakso, Soto, Tahu Bakso, Tempe Mendoan dan makanan ringan khas Yogyakarta lainnya.

Sementara delegasi kerajinan tangan menampilkan produk sentra batik jumputan, kerajinan gabah kasongan, keranjang pandan dan beberapa produk khas Yogyakarta lainnya.

Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) Daerah Istimewa Yogyakarta, Ricco Survival Yubaidi menyampaikan bahwa gelaran tersebut berjalan dengan sukses. Setiap pengunjung mendapatkan kenyamanan dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Selain Indonesia, turut hadir pula perwakilan negara lainnya sebagai peserta pameran yaitu Brunei Darussalam, Jepang, Vietnam, dan Filipina.

Kegiatan yang diikuti oleh wisatawan dari berbagai macam negara tersebut diharapkan mampu mengenal lebih jauh tentang Yogyakarta maupun Indonesia.

Hal itu nyata dilakukan oleh rombongan Yogyakarta selama menyuguhkan pameran kuliner dan kerajinan tangan, mereka tak henti melakukan promosi pariwisata dengan menceritakan maupun membagikan kalender event tahunan dan peta obyek wisata Daerah Istimewa Yogyakarta.