Seruan Jadilah Tuan di Negeri Sendiri dalam pra-Kongres Boemipoetra di Yogyakarta – Senin, 23 April 2018 Forum Bela Negara Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menghadiri pra-Kongres Boemipoetra dengan tagline “Jadilah Tuan di Negeri Sendiri”. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua dan Sekretaris dari masing-masing Forum Bela Negara di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulonprogo.

Dalam acara tersebut hadir lintas organisasi masyarakat (ORMAS) maupun organisasi kepemudaan (OKP) seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), BEM Fakultas Hukum, Gerakan Pribumi Indonesia, Pembela Tanah Air, dan lain-lain.

Pra-Kongres dimulai dengan pemaparan materi oleh tokoh nasional yaitu Yusri Ihza Mahendra, MS Ka’ban, Maswadi Rauf, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Dr Ichsanuddin Noorsy, Prof Kaelan, M. Dahlan La Ode, Prof Sobar Sutisna, dan beberapa tokoh lainnya.

Acara yang diselenggarakan di Hotel Santika, Yogyakarta sengaja dipilih karena dinilai Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki sejarah kuat perjuangan priboemi Indonesia. Sekaligus menegaskan peran dan tantangan boemipoetra dalam menghadapi perkembangan dan kemajuan zaman.

Pengertian Bumiputra menurut Guru Besar Ilmu Politik UI mengacu pada kelompok warga masyarakat yang mendiami daerah tertentu secara turun temurun dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Pemaparan lainnya, Prof. Sobar dalam acara tersebut menyampaikan NKRI adalah designasi sospol Bumiputera yang diraih melalui pengorbanan panjang, pertumpahan darah dan olah otak pikiran para Bumiputera pendiri bangsa.

Ia berharap bumiputera dapat menjadi tuan di negeri sendiri karena NKRI didirikan, dimiliki dan harus dikuasai oleh Bumiputera.

Sekretaris Forum Bela Negara Kota Yogyakarta, Ricco Survival Yubaidi, S.H., M.Kn mengatakan, tantangan pemuda saat ini dihadapkan dengan arus persaingan global dan keterbukaan. Sehingga menuntut untuk mempunyai kualitas dan kuantitas diri dalam menghadapi persaingan.

Para boemipoetra harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan bekerja sama dan bersatu dalam membangun negara.

Langkah mudah yang dapat dilakukan dengan memberikan keberpihakan terhadap produk-produk asli Indonesia seperti turut mensosialisasikan (busana, tas sepatu karya anak bangsa), berbelanja di Toko Kelontong ataupun Toko Milik Rakyat, menciptakan lapangan pekerjaan yang pro rakyat.

Sementara menurut Ketua Panitia pra-Kongres Boemipoetra, Muhardi Zainuddin, di usia Indonesia ke-73 tahun terdapat beberapa persoalan yang perlu mendapat perhatian semua elemen masyarakat terutama keadilan dan kesejahteraan yang dicitakan para founding fathers.

Ia menyayangkan adanya penguasaan SDA yang hanya dinikmati oleh segelintir orang dimana sebanyak 1% orang kaya di Indonesia menguasai 46% kekayaan di Indonesia.


Tulisan di atas merupakan opini penulis. IndonesianYouth.org tidak bertanggung jawab atas isi tulisan tersebut. Penulis bisa dihubungi di [email protected].

Kanal Opini merupakan wadah tulisan-tulisan Anak Muda di Indonesia yang ingin menuangkan sekaligus turut berbagi tentang fenomena atau isu di sekitarnya. Bergabunglah dengan kontributor IndonesiaYouth.org sekarang juga!