Pada awal November 2018, tepatnya 1-3 November, Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, diisi oleh kelompok anak muda yang berkesenian melalui teater di bawah bendera Teater Pandora. Pementasan kali ini adalah produksi ke-8 dari Teater Pandora dengan membawakan drama bertajuk Rumah Rahasia Perempuan.

Karya ini diadaptasi dari naskah peraih The Pulitzer Prize pada 2008, August: Osage County karya Tracy Letts. Ini adalah kali pertama naskah August: Osage County dipentaskan di panggung Indonesia, mengingat jarang sekali–atau bahkan mungkin tidak ada–kelompok teater di Indonesia yang membawakan naskah realis-modern di atas tahun 2000.

Teater Pandora memang selalu berusaha untuk menghadirkan pertunjukan yang relevan, setidaknya isunya dekat dengan keseharian kita atau situasi yang terjadi di sekeliling kita.

Pada Januari 2018 mereka sukses dengan Jelaga (adaptasi dari The Crucible karya Arthur Miller), sebagai kritik terhadap politik persekusi di Indonesia. Kali ini Pandora ingin mengangkat isu keluarga dan kesehatan mental melalui Rumah Rahasia Perempuan.

sumber: Instagram.com/Teater Pandora

Rumah Rahasia Perempuan bercerita tentang persoalan yang dihadapi oleh kelompok sosial terkecil. Sebuah keluarga yang mengalami disfungsi, karena ketiadaan seorang ayah (Martin) yang dinyatakan menghilang. Hal ini memicu Diana, Lisa, dan Mia, yang berperan sebagai anaknya, kembali ke rumah.

Martha, sang ibu berusia 58 tahun dengan problem kejiwaan dan kecanduan obat. Sementara itu Diana, Lisa, dan Mia memiliki permasalahannya masing-masing terkait keluarga, asmara, karir, dan yang menyangkut kehidupan mereka. Diana memiliki seorang anak bernama Arlen, remaja berusia 16 tahun yang mewakili generasi milenial dan berkutat pada persoalan pencarian jati diri dan pemberontakannya.

Pertemuan kembali dan berkumpul dalam satu atap justru menguak beragam rahasia dan masalah yang selama ini disembunyikan. Empat perempuan dewasa, penuh dengan rahasia, berkumpul di tempat masa kecil mereka dihabiskan, justru dihadapkan pada sebuah pilihan: bertahan dengan ibu yang kacau, atau pergi meninggalkan rumah.

Pada akhirnya, melalui Rumah Rahasia Perempuan, Teater Pandora ingin menyampaikan sebuah cerita keluarga yang dekat dengan kehidupan kita.

Mereka mengajak kita untuk melihat kembali makna keluarga dalam kehidupan kita. Segala pilihan sikap kita terhadap keluarga memang kembali kepada diri kita masing-masing.

Namun satu hal yang boleh jadi pasti: keluarga kita mungkin tidak sempurna, tapi dia mungkin satu-satunya yang kita punya.

Selain itu, pentas ini adalah sebuah pernyataan bahwa kesehatan mental adalah sesuatu yang penting yang kadang diabaikan oleh masyarakat.

Palung laut terdalam sekalipun, tidak akan dapat menyamai kedalaman hati seorang perempuan.

Panjang umur, teater anak muda Indonesia!