Kata “Ikhwan” Sering Diucapkan Napi Teroris ketika Bernegosiasi dengan Polisi – Kericuhan yang melibatkan napi teroris (napiter) dan aparat kepolisian di Marko Brimob, Depok, Jawa Barat, Selasa (08/05/2018) lalu, berlangsung menegangkan. Kendati begitu, pada akhirnya kedua pihak mengakhiri dengan bernegosiasi.

Dalam negosiasi, pihak napiter yang diwakili oleh Ruri Alexander Rumatarai alias Iskandar alias Abu Qutaibah –terduga terlibat bom Kampung Melayu (2017)– meminta untuk bertemu dengan eks narapidana terorisme yang juga terduga otak bom Thamrin sekaligus pimpinan jaringan ISIS di Indonesia, Aman Abdurrahman alias Oman Rachman.

Permintaan itu pun sepertinya terpenuhi. Sebab, seperti diberitakan tirto.id dan merdeka.com, Jumat (11/05/2018), beredar rekaman suara percakapan antara Abu Qutaibah dan Aman Abdurrahman yang intinya untuk segera menyudahi perselilisahn napiter dan aparat kepolisian.

Kendati, proses negosiasi sendiri dibantah oleh Wakapolri Komjen Syafruddin. Menurutnya, tidak ada proses negosiasi yang dilakukan oleh kepolisian dan para napiter.

“Tidak ada negosiasi, karena sudah serahkan diri. Jadi semua proses penanggulangan, bukan negosiasi,” katanya, Kamis (10/05/2018).

Ia juga mengaku belum mendengar adanya rekaman tersebut. “Saya belum dengar,” ujarnya singkat,┬áJumat (11/05/2018).

Kata “ikhwan”

Berdasarkan salinan rekaman percakapan yang beredar tadi, kami mencoba mencari tahu kata apa yang paling sering diucapkan untuk kemudian kami tuangkan ke dalam bentuk visual.

Tujuan dari visualisasi ini adalah mencari tahu kata apa yang paling banyak diucapkan dalam rekaman pembicaraan oleh dua napiter tadi.

Melalaui natural language programming (NLP) with python, rekaman suara berdurasi sekitar 12 menitan itu memunculkan kata “ikhwan” sebagai kata paling sering terucap. Mari kita lihat detailnya:

Analis: Kurnia Wanto

Berdasarkan salinan yang kami kutip, total ada 1044 kata yang diucapkan. Dan dari visual di atas menunjukkan “ikhwan” menjadi kata paling sering terlontar dengan 26 kali diucapkan. Dan warna hijau menandakan sebagai sentimen positif.

Kemudian paling sering disebut kedua adalah kata “tidak” dengan warnah merah. Dengan artian, kata “tidak” memiliki sentimen negatif. Diikuti kata “jelas” sebagai sentimen negatif kedua. Sedangkan sisanya, berwarna hitam, adalah sentimen netral.

Sekali lagi, kedua sentimen tadi adalah hasil olahan data berdasarkan salinan rekaman pembicaraan antara Abu Qutaibah dan Aman Abdurrahman yang beredar dan dikutip dari media arus utama.


sumber:

  • Wahid, D.H., & Azhari, S. N (2016). Peningkatan Sentimen Ekstraktif di Twitter Menggunakan Hybrid TF-IDF, dan Cosine Similarity. IJCSS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems), 10(2), 207-218.
  • Liu, Bing, Hu, Minqing, and Cheng, Junsheng (2005). “Opinion Observer: Analyzing and Comparing Opinions on the Web.” Proceedings of the 14th International World Wide Web Conference (WWW-2005), May 10-14, Chiba, Japan.

sumber media: tirto.id, merdeka.com, kompas.com

Gambar utama: Ilustrasi teroris/tacticalsystemsnetwork.com

Analis: Kurnia Wanto