Siapa sih Bayi yang Membawa Panah Itu? – Jawaban pendek: Cupid. Jawaban panjang: Cupid, dewa cinta. Namanya diambil dari Cupido, yang merupakan bahasa Latin dari hasrat (desire). Ia adalah anak dari Venus dan Mars — bukan planet, tapi dewa dan dewi Romawi.

Tiap orang yang terkena panahnya akan merasa hasrat cinta tak terkira pada makhluk pertama yang ia lihat. Namun, suatu hari dia terkena panahnya sendiri.

Ceritanya begini:

Ada seorang wanita cantik bernama Psyche, yang merupakan anak dari sepasang raja dan ratu. Ia begitu cantik, hingga rakyatnya menganggapnya sebagai titisan Venus. Ada pula yang menganggapnya sebagai anak Venus dan seorang manusia. Rakyat yang berpikiran seperti ini kemudian tak lagi memuja Venus, dan beralih ke Psyche.

Venus pun murka. Ia mengutus anaknya, Cupid, untuk membalaskan dendamnya dengan membuat Psyche jatuh cinta pada makhluk yang amat buruk rupa — hal yang mudah saja dilakukan dengan panahnya itu.

Namun, dia tak sengaja terkena panahnya sendiri. Ia pun jatuh cinta pada Psyche.

Psyche yang paling cantik dibanding saudara-saudaranya ini memang belum memiliki pasangan. Ayahnya yang khawatir pun bertanya pada Apollo. Apollo menjawab bahwa Psyche tidak akan mendapat suami manusia, namun naga yang mengganggu bumi dan ditakuti oleh Jupiter — si dewa pentolan itu.

Acara pernikahan Psyche pun digelar seperti pemakaman. Ia ditinggal di padang rumput, tertidur, dan terbangun di semak belukar. Kemudian, ia menemukan sebuah rumah berpilar emas dan terhias ukir-ukiran berbagai hewan.

Di dalam rumah megah ini, ia disajikan makanan mewah dan bertemu suaminya. Namun, ia tak pernah melihatnya, karena mereka hanya bertemu saat gelap gulita.

Karena iri akan kehidupan mewah yang dijalani Psyche, saudara-saudara Psyche pun menyusun rencana agar Psyche tak lagi bahagia — dengan menyuruhnya melihat suaminya saat mereka bertemu. Saat Psyche menjalankan rencana ini, ia menemukan bahwa suaminya bukan naga, namun Cupid. Terkejut karena ketampanannya, ia tergores panah Cupid, dan tak sengaja menumpahkan minyak dari lampunya.

Cupid pun pergi karena kesakitan. Karena cinta — yang muncul atau setidaknya teramplifikasi oleh goresan panah Cupid — ia mengejarnya, namun Cupid sudah terlanjur jauh. Ya, namanya juga dewa bersayap.

Untuk menemukan Cupid, ia pun meminta pertolongan pada dewa-dewa, namun ditolak karena mereka menganggap Psyche pantas menderita, atau menolak melawan sesama dewa — Venus. Psyche pun sadar ia harus melayani Venus untuk mendapatkan Cupid kembali.

Ia pun diberi banyak ujian oleh Venus, mulai dari memisahkan biji-bijian, mengambil wol dari domba ganas, hingga — yang tersulit — mengambil kotak yang berisi kecantikan dewi Proserpina, ratu neraka, dan ia tak dibolehkan membukanya.

Penasaran dan ingin ikut bertambah cantik, ia membuka kotak itu. Yang ia dapatkan adalah tidur yang abadi, seperti di dongeng Sleeping Beauty. Syukur baginya, Cupid sudah sembuh dan menemukannya. Cupid pun memasukkan ‘tidur’ itu kembali ke dalam kotaknya.

Setelah itu, Cupid mengadukan kasusnya kepada Jupiter, dan Jupiter pun setuju membantunya dengan syarat Cupid bersedia membantunya jika ia jatuh cinta pada seseorang. Akhirnya, Jupiter pun memberi Psyche minuman untuk membuatnya abadi, dan memerintahkan Venus untuk tak ikut campur.

Mereka menikah. Happy ending. Semua drama ini karena Cupid tergores panahnya sendiri. Duh, stupid cupid.