Berkembangnya kedai kopi di kota-kota besar tak lepas dari peran anak muda yang turut menggandrungi kopi sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Tapi, kamu sebenarnya bagaimana kopi itu sendiri?

Kopi merupakan campuran kompleks bahan kimia yang banyak mengandung asam klorogenat dan kafein yang berasal dari biji kopi setelah melalui proses pengolahan.

Terdapat dua jenis tanaman kopi yang bernilai tinggi dalam komoditi perdagangan yaitu Coffea Canephora yang menghasilkan kopi robusta dan Coffea Arabica yang menghasilkan kopi arabika. Kandungan yang terdapat pada biji kopi yaitukarbohidrat (60%), protein (13%), asam lemak seperti asam linoleat (39%), asam stearat (13,1%), asam oleat (17,2%), asam arachidat (4,2%), asam palmitat (25,3%), asam 2 behenat (1,0%), kafein arabika (1,0%) dan robusta (2,0%) (Simanjuntak, 2011).

Selain itu, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terbukti bahwa kopi kaya akan vitamin B3, vitamin E, fenol sebagai antioksidan, magnesium dan potasium.

Beberapa senyawa dalam kopi yang dapat mempengaruhi kesehatan antara lain :

  1. Kafein

Kafein adalah alkaloid purin yang terjadi secara alami dalam biji kopi. Tingkatan kafein yang dikonsumsi memberikan efek biologis melalui sub tipe A1 danĀ  A2A dari reseptor adenosin.

Adenosin adalah neuromodulator endogen yang berfungsi untuk menghambat perasaan kantuk yang merupakan salah satu contoh efek stimulasi dari kafein.

Beberapa contoh efek fisiologis dari kafein yaitu peningkatan tekanan darah akut, peningkatan laju metabolisme dan diuresis.

Efek fisiologis dari masing-masing orang sangat bervariasi. Kafein cepat dan hampir seluruhnya diserap oleh lambung dan usus halus kemudian didistribusikan ke semua jaringan, termasuk otak. Metabolisme kafein terjadi di hati yaitu di sitokrom sel hati.

  1. Cafestol dan Kahweol

Konsumsi kopi ternyata berhubungan positif dengan peningkatan total serum dan konsentrasi kolesterol LDL pada beberapa studi observasi yang telah dilakukan

Namun hal ini terjadi apabila kopi yang diminum tidak disaring terlebih dahulu selama proses penyeduhan.

Biasanya kopi disaring menggunakan kertas penyaring sebelum diseduh. Pada hasil penelitian yang telah dilakukan di Skandinavia dihasilkan bahwa konsumsi kopi yang disaring menghasilkan peningkatan kolesterol yang rendah dibanding yang tidak disaring.

Beberapa contoh kopi yang memiliki kadar cafestol dan kahweol rendah yaitu kopi instant, filtered coffee dan percolated coffee. Sedangkan kopi espresso memiliki kadar cafestol dan kahweol yang tinggi.

  1. Asam klorogenik

Kopi merupakan sumber terkaya asam klorogenat dan asam sinamat. Sekitar dua pertiga dari asam klorogenik yang dicerna akan melalui proses metabolisme di usus besar oleh mikroflora. Di usus besar, asam klorogenat akan terhidrolisis menjadi asam caffeic dan asam quinic. Fungsi asam klorogenik bagi tubuh yaitu sebagai antioksidan.

  1. Zat gizi mikro

Beberapa zat gizi mikro ditemukan pada kopi seperti, vitamin e, niacin, potassium dan magnesium. Satu cangkir kopi berkontribusi 1-5% dari total RDA magnesium yang dibutuhkan yaitu sebesar 420 mg/hari pada kelompok umur pria dewasa.

Secangkir kopi (8 ons) yang diseduh diketahui mengandung 116 mg potasium dan satu ons espresso mengandung 34 mg potasium. Trigenolline dalam biji kopi didemetilasi untuk membentuk asam nikotinat selama proses pemanggangan. Setiap cangkir kopi mengandung 1-3 mg asam nikotinat.

Dengan demikian secangkir kopi dapat berkontribusi 6-18% dari total RDA niacin yang dibutuhkan yaitu 16 mg/hari pada kelompok umur pria dewasa.

Kebiasaan mengonsumsi kopi ternyata dapat memberikan efek positif dan negatif terhadap tubuh. Efek negatif yang mungkin ditimbulkan dari kebiasaan mengonsumi kopi yaitu beberapa penyakit kardiovaskuler seperti hipertensi dan stroke, risiko penyakit jantung koroner, osteoporosis, kekurangan mineral seperti terganggunya penyerapan Fe dan Zn dan patah tulang pinggul pada kelompok usia lanjut.

Selain itu, efek negatif juga mungkin ditimbulkan pada ibu hamil yaitu dapat meningkatkan risiko aborsi spontan dan gangguan pertumbuhan janin.

Dianjurkan bagi ibu menyusui, ibu hamil dan berencana untuk hamil agar membatasi konsumsi kopi yaitu tidak lebih dari 3 gelas kopi atau 300 mg/hari kafein.

Secara umum, efek negatif yang mungkin ditimbulkan akan terjadi apabila kopi dikonsumsi secara berlebihan dalam sehari.

Oleh karena itu membatasi konsumsi kopi dalam sehari sangat penting terutama pada kelompok ibu menyusui, ibu hamil dan berencana untuk hamil.

Karenanya para penikmat kopi disarankan untuk tetap memastikan kebutuhan kalsiumnya terpenuhi untuk mengurangi dampak buruk yang mungkin terjadi terkait kesehatan tulang.

Selain efek negatif, kopi juga ternyata memiliki efek positif yang dapat ditimbulkan bagi tubuh yaitu

  1. Menurunkan risiko terkena DM tipe 2

Meskipun hasil uji klinis jangka pendek mengatakan bahwa pemberian kafein merusak toleransi glukosa dan mengurangi sensitivitas insulin.

Namun hasil dari studi epidemiologi (kohort prospektif) yang telah dilakukan di Belanda, AS, Finlandia, dan Swedia menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi kopi berbanding terbalik dengan gangguan toleransi glukosa.

Tetapi masih terlalu dini untuk merekomendasikan konsumsi kopi sebagai bentuk pencegahan DM tipe 2. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut lagi untuk benar-benar memastikan hubungan antara konsumsi kopi jangka panjang dengan risiko DM tipe 2.

  1. Menurunkan risiko terkena penyakit parkinson

Sebuah studi yang dilakukan pada 8.000 pria Jepang-Amerika menunjukkan bahwa mereka yang tidak minum kopi memiliki 3-5 kali lebih besar terkena parkinson selama 24-30 tahun kedepan daripada mereka yang mengonsumsi setidaknya 28 ons setiap hari.

Demikian pula dalam studi kohort pencegahan kanker (CPS) II, lebih dari 500.000 pria dan wanita AS menunjukkan hasil bahwa konsumsi kopi berbanding terbalik dengan kematian akibat parkinson tetapi sayangnya tidak pada kelompok wanita.

Kegagalan penelitian untuk menemukan kebalikan hubungan antara konsumsi kopi dengan penyakit parkinson pada wanita mungkin disebabkan oleh efek modifikasi dari terapi estrogen pasca menopause.

Analisis lebih lanjut dari studi kohort kesehatan perawat mengungkapkan bahwa konsumsi kopi berbanding terbalik dengan penyakit parkinson pada kelompok wanita yang tidak pernah melakukan terapi estrogen pasca menopause, tetapi peningkatan yang signifikan pada risiko penyakit parkinson diamati pada kelompok wanita yang melakukan terapi estrogen yang mengonsumsi setidaknya 6 cangkir kopi setiap hari.

Secara keseluruhan, hasil studi kasus-kontrol menunjukkan bahwa konsumsi kopi dan kafein berbanding terbalik dengan risiko terkena parkinson. Namun masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut lagi untuk memastikan kebenarannya.

  1. Menurunkan Risiko bunuh diri

Sebuah studi yang dilakukan selama 10 tahun terhadap lebih dari 128.000 pria dan wanita di california menunjukkan bahwa risiko bunuh diri relatif turun hingga 13% untuk setiap cangkir kopi yag dikonsumsi setiap hari.

Demikian pula penelitian yang dilakukan selama 10 tahun terhadap lebih dari 86.000 wanita menunjukkan hasil bahwa mereka yang mengonsumsi kopi setidaknya 2 cangkir setiap hari memiliki risiko bunuh diri 50% lebih rendah daripada mereka yang tidak minum kopi.

  1. Mencegah Kanker Kolorektal

Dalam sebuah studi kohort prospektif, sebuah meta-analisis yang menggabungkan hasil dari 12 studi kasus-kontrol dan lima studi kohort prospektif menemukan bahwa orang yang minum 4 atau lebih cangkir kopi setiap hari memiliki risiko kanker kolorektal 24% lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi kopi.

  1. Hepatic Injury, Cirrhosis, and Hepatocellular Carcinoma

Cedera hati akibat peradangan kronis dapat menyebabkan sirosis. Pada sirosis, pembentukan jaringan parut fibrosis menyebabkan penurunan fungsi hati secara progresif dan komplikasi lainnya, termasuk karsinoma hepatoseluler. Penyebab sirosis yang paling umum di negara maju adalah penyalahgunaan alkohol dan infeksi virus hepatitis B dan C.

Sebuah studi yang dilakukan selama 17 tahun terhadap lebih dari 51.000 pria dan wanita di Norwegia menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi setidaknya 2 cangkir kopi setiap hari memiliki risiko kematian lebih rendah 40% akibat sirosis daripada mereka yang tidak pernah mengonsumsi kopi.

Selain itu pada orang dengan riwayat penyakit hati dan mengonsumsi setidaknya satu cangkir kopi setiap hari memiliki risiko karsino hepatoseluler 48% lebih rendah daripada mereka yang tidak minum kopi.

  1. Menurunkan risiko penyakit alzheimer

Mereka yang seacara teratur mengonsumsi kopi setidaknya satu cangkir perhari memiliki kemungkinan terkena alzheimer lebih rendah dibanding mereka yang tidak memiliki kebiasaan minum kopi.

  1. Meningkatkan performa kerja

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh profesor Rogers dan beberapa penelitian lainya, kopi terbukti dapat meningkatkan kinerja motorik dan fisik dengan durasi yang cukup lama. Efek kinerja lebih umum dibahas dalam kaitannya dengan atlet.

Menurut hasil penelitian profesor Wesnes, konsumsi kopi dapat meningkatkan fungsi kognitif. Hal ini dapat meningkatkan performa kerja karywan contohnya yaitu meningkatkan kinerja ingatan jangka pendek dan pekerjaan yang membutuhkan respons berkelanjutan serta pekerjaan ganda yang melibatkan pelacakan deteksi target.

Tidak heran jika saat ini banyak dijumpai perkantoran atau tempat kerja yang menyediakan mesin pembuat minuman kopi untuk para pekerja nya.

  1. Gallbladder Disease (penyakit kantung empedu)

Penyakit ini menyerang lebih dari 20 juta orang dewasa di AS dan sebagai penyebab morbiditas yang cukup besar.

Kebiasaan mengonsumsi kopi memiliki hubungan positif dengan menurunnya risiko terkena penyakit kantung empedu. Dan pria yang memiliki kebiasaan mengonsumsi kopi secara teratur 2 cangkir per hari (473ml) memiliki kemungkinan terkena penyakit empedu lebih rendah 60% daripada mereka yang tidak minum kopi.

Hubungan kopi dengan kesehatan secara keseluruhan lebih banyak memberikan dampak yang positif bagi kesehatan daripada dampak negatif.

Dampak negatif akan muncul apabila kopi dikonsumsi secara berlebihan. Apabila kopi dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh maka akan memberikan dampak positif bagi tubuh kita.

Kopi pada sebagian orang memang memiliki efek yang kurang menyenangkan salah satunya diuresis.

Kopi tanpa kafein sepertinya bisa dijadikan alternatif bagi mereka yang mengalami efek fisiologis tidak nyaman dari stimulasi kafein.

Konsumsi 1-2 cangkir kopi (100-200 mg) dapat menghilangkan kantuk, meningkatkan kesegaran, mempertahankan kemampuan motorik, dan menghilangkan rasa lelah.

Kafein dapat mempengaruhi otak melalui dua mekanisme yaitu menginduksi vasokontriksi pembuluh darah otak sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak.

Dan yang kedua adalah meningkatkan konsumsi glukosa pada beberapa daerah hipoperfusi yaitu pada sel monoamin di daerah substansia nigra, raphe medialis dan dorsalis, serta lokus sereleus. Perubahan faal ini mempengaruhi perubahan perilaku dan fisik ketikaseseorang minum kopi.

Jadi bagaimana, sekarang kamu sudah tahu kan apa saja efek dari mengonsumsi kopi? Sekali lagi, yang penting kamu mengonsumsi dalam jumlah yang berlebih, ya. Secukupnya saja.

Semoga bermanfaat.