Kamu sering nggak sih bertanya-tanya apa itu Fakultas Kesehatan Masyarakat? Apa bedanya sama dokter? Nah, menurut Winslow, kesehatan masyarakat merupakan ilmu dan seni untuk mencegah penyakit, memperpanjang usia harapan hidup dan meningkatkan derajat kesehatan melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat untuk:

  • perbaikan sanitasi lingkungan
  • pemberantasan penyakit menular
  • pendidikan untuk kebersihan perorangan
  • pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan
  • pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kehidupan yang layak dalam memelihara kesehatannya.

Berbeda dengan kedokteraan yang berfokus pada kuratif atau penyembuhan, kesehatan masyarakat berfokus pada preventif dan promotif. Menjaga agar yang sehat tetap sehat bahkan lebih sehat dan membantu yang sudah sakit agar tidak semakin parah dan pulih kembali sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di suatu negara.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa kesehatan masyarakat merupakan ilmu dan seni. Aspek ilmu digunakan untuk menemukan penyebab masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat dan mencari solusi yang tepat. Kami mempelajari seni untuk melakukan pendekataan kepada masyarakat terkait solusi yang telah kami dapatkan. Sebagaimana kita tahu bahwa Indonesia kaya akan budaya sehingga kemampuan beradaptasi dan “luwes” ketika berhadapan dengan masyarakat sangat dibutuhkan. Think globally, act locally.

Mahasiswa kesehatan masyarakat belajar mengenai banyak hal seperti anatomi dan fisiologi manusia, dasar ilmu gizi, perencanaan dan evaluasi kesehatan, pembiayaan dan penganggaran kesehatan, dasar kesehatan dan keselamatan kerja, dasar kependudukan, komunikasi dan advokasi kesehatan, dan masih banyak lagi.

Intinya mahasiswa dituntut tidak hanya kompeten dalam menemukan masalah kesehatan dan solusinya tetapi juga harus kompeten dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat dan pandai mengadvokasi para pemangku kebijakan terkait pemecahan masalah kesehatan. Maka dapat dikatakan mahasiswa kesehatan masyarakat merupakan mahasiswa yang multitalented, pandai secara keilmuwan dan pandai secara seni.

Ciri khas dari kesehatan masyarakat adalah ilmu epidemiologi. Epidemiologi adalah ilmu yang belajar mengenai distribusi penyakit, frekuensi penyebaran penyakit, dan juga faktor determinan yang mempengaruhi distribusi dan frekuensi penyakit di populasi.Sistem surveilans penyakit, bentuk menghitungnya juga akan dipelajari di kesehatan masyarakat. mahasiswa kesehatan masyarakat dituntut untuk berfikir secara evidence based, tidak asal tebak.

Di fakultas kesehatan masyarakat terdapat beberapa peminatan atau departemen lainnya, secara umum terdapat 7 peminatan atau departemen dari fakultas kesehatan masyarakat. tetapi berbeda dengan fakultas kesehatan masyarakat universitas diponegoro semarang, di fkm undip terdapat 9 peminatan. Kita bahas satu-satu ya.

Kesehatan Lingkungan

Peminatan kesehatan lingkungan adalah peminatan yang fokus pada dampak lingkungan bagi kesehatan manusia. Mahasiswa di peminatan ini akan belajar mengenai penyebaran penyakit yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, seperti TBC, DBD, dsb., juga mempelajari tentang keamanan pangan, sanitasi lingkungan di tempat makan dan pengaruhnya dengan kualitas makana. Selain itu, mahasiswa juga belajar bagaimana pengelolaan limbah yang baik agar supaya tidak berdampak pada kesehatan masyarakat di sekitarnya.

Jadi, lulusan kesehatan lingkungan dapat bekerja di berbagai aspek. Bisa di indusri makanan, konsultan lingkungan, oil and gas atau departemen HSE, kementerian lingkungan hidup, atau di international organization lainnya.

Administrasi dan Kebijakan Kesehatan

Departemen ini fokus dalam hal administrasi, manajemen dan juga kebijakan kesehatan secara luas yaitumanajemen rumah sakit, manajemen pelayanan kesehatan, manajemen asuransi kesehatan, policy development, dan pengambilan keputusan. Dengan pendekatan sistem, kami harus bisa mengatur input proses dan juga output dalam melakukan pelayan kesehatan secara efektif dan efisien. Membuat kebijakan kesehatan yang tepat sesuai kondisi negara, ekonomi kesehatan dimana kesehatan yang dipandang secara ekonomi, perhitungan distribusi tenaga kesehatan beserta fasilitas pelayanannya, manajemen keuangan bidang kesehatan dan manajemen program kesehatan di Indonesia.

Mahasiswa di peminatan ini paling ahli dalam menghitung iuran para peserta asuransi yang biasa dibayar per bulan. Lulusan peminatan ini dapat bekerja di pusat penelitian kebijakan kesehatan, praktisi program kesehatan mulai dari puskesmas, Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan, NGO, hingga DPR komisi IX bidang kesehatan, konsultan.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Kumpulan pekerja merupakan komunitas yang ada di lingkungan kerja. Mereka banyak beraktivitas di tempat kerja setiap harinya. Ditempat kerja ini, banyak sekali risiko yang bisa berdampak pada kesehatan pekerja terutama dibidang konstruksi. Masih banyak kecelakaan kerja yang terjadi di tempat kerja.

Oleh karena itu, mahasiswa kesehatan masyarakat juga perlu memberikan promosi kesehatan, budaya kesehatan dan keselamatan dalam bekerja. Ketika memberikan promosi kesehatan yang kepada pekerja diperlukan kemampuan untuk dapat menghitung dan mengendalikan risiko pekerja. Hasil perhitungan dapat diaplikasikan di lapangan kerja dalam bentuk regulasi kantor ataupun perilaku.

Mahasiswa lulusan K3 biasanya bekerja di Dinas ketenagakerjaan, konsultan,perusahaan/ industri/ pabrik dalam bidang Health and Safety Environment mulai dari perusahaan pertambangan hingga perusahaan farmasi, makanan, ataupun tekstil.

Gizi

Gizi disini berbeda dengan gizi dikedokteran, gizi kedokteran lebih ke klinis sedangkan gizi di kesehatan masyarakat yaitu gizi institusi di catering, dan juga gizi masyarakat karena objeknya adalah masyarakat (populasi) bukan individu. Diharapkan, lulusan ilmu gizi ini menjadi ahli gizi yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan gizi di Indonesia seperti masalah stunting, kwashiorkor, gizi buruk, dan juga perilaku manusia yang mempengaruhi asupan gizinya.

Lulusan peminatan ini bisa bekerja di dinas kesehatan dan kementrian kesehatan, pelatnas atlet terkait gizi olahraga,konsultan gizi, unilever, BNN, BPOM, LPOM dan MUI dan masih banyak lagi.

Kesehatan Ibu dan Anak

Pada peminatan ini mahasiswa berfokus pada kesehatan reproduksi, kesehatan ibu dan anak, kependudukan dalam rangka mengurangi angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Indonesia yang masih tinggi. Mahasiswa lulusan peminatan ini dapat bekerja di puskesmas, dinkes kab/kota, kemenkes, BKKBN dsb

Epidemiologi

Untuk mengetahui distribusi dan faktor resiko penyakit, mahasiswa yang memilih peminatan ini akan dibekali pemahaman mengenai desain penelitian yang beragam. Untuk mengetahui distribusi dan faktor resikonya dalam satu populasi diperlukan ilmu epidemiologi yang khusus seperti penyakit menular dan tidak menular.

Untuk mahasiswa lulusan peminatan epidemiologi, bisa mengabdi di berbagai institusi terutama yang berfokus pada penelitian penyakit seperti Yayasan Pelita Ilmu, Yayasan Kes Perempuan, PKBI, World Vision, Plan International, WHO, Kemenkes, Dinkes kab/kota

Entomologi

Peminatan ini sangat langka, untuk S1 hanya ada di FKM Undip. Entomologi tidak jauh berbeda dengan epidemiologi, yaitu mempelajari distribusi penyebaran penyakit dan faktpr risikonya tetapi lebih berfokus pada serangga, hewan pengerat dsb., saat ini lulusan peminatan ini masih sangat sedikit padahal lulusan peminatan entomologi banyak dicari oleh dinkes kab/kota, kemenkes dan KKP kelas I dan II, selain disektor pemerintahan peminatan ini juga bisa bekerja di industri obat pembasmi serangga dsb.

Biostatistik dan Kependudukan

Biostatistik belajar mengenai statistik untuk kesehatan. Membuat tools untuk menghitung kondisi kesehatan secara kuantitatif. Selain itu, mahasiswa yang memilih peminatan biostatistik akan belajar bagaimana data kesehatan secara statistik itu digunakan untuk mengambil kebijakan.

Dari angka–angka tersebut mahasiswa FKM diharapkan bisa membuat informasi kesehatannya dalam bentuk infografis, software kesehatan (data RS online, puskesmas online, dsb). Untuk mahasiswa yang mengambil peminatan ini, sangat berpeluang untuk bekerja dibidang pengolahan dan pusat data kesehatan negara seperti di BKKBN, Kementerian Kesehatan, research institutes, BPS, LSM, Dinkes kab/kota.

Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku

Mahasiswa di peminatan ini adalah orang-orang yang jago banget untuk membuat metode atau sarana penyuluhan dan promosi kesehatan. Mereka belajar mengenai pendekatan kepada masyarakat, psikologi dasar, ilmu perilaku dan juga penyusunan kurikulum hingga monitoring evaluasi. Bagi kalian yang suka dengan bidang kesehatan dan memiliki kreativitas yang tinggi, cocok banget untuk bisa masuk di peminatan itu.

Lulusan peminatan ini akan banyak mempromosikan kesehatan secara langsung atau pun melalui media. Selain itu dapat bekerja di Dinkes kab/kota, kemenkes, rumah sakit, unilever dsb.


Tulisan di atas merupakan opini penulis. IndonesianYouth.org tidak bertanggung jawab atas isi tulisan tersebut. Penulis bisa dihubungi di [email protected]

Kanal Opini merupakan wadah tulisan-tulisan Anak Muda di Indonesia yang ingin menuangkan sekaligus turut berbagi tentang fenomena atau isu di sekitarnya. Bergabunglah dengan kontributor IndonesiaYouth.org sekarang juga!