Bagi sebagian masyarakat mengonsumsi kopi dapat dipercaya meningkatkan kebugaran dan produktivitas kerja. Selain itu, mengonsumsi kopi juga dapat menghilangkan rasa kantuk dan lelah.

Kebiasaan tersebut semakin berkembang terlebih saat ini sedang maraknya coffee shop yang menyajikan berbagai macam varian rasa, nuansa toko yang instagramable dan penawaran menarik lainnya bagi konsumen khususnya generasi milenial.

Minuman kopi merupakan minuman yang mengandung kafein dan berasal dari biji tanaman kopi yang telah melalui proses pengolahan. Terdapat dua jenis tanaman kopi yang bernilai tinggi dalam dunia perdagangan yaitu C. Canephora yang menghasilkan kopi robusta dan C. Arabica yang menghasilkan kopi arabika. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kandungan kafein pada kopi dapat meningkatkan konsentrasi, performa kerja dan kewaspadaan.

Selain itu kafein juga telah terbukti membantu kewaspadaan dan konsentrasi pada situasi tertentu seperti shift malam, mengemudi jarak jauh, dan membantu seseorang merasa lebih terjaga.

Dilansir dari salah satu jurnal, kafein menyebabkan peningkatan kewaspadaan, kecemasan, dan performa kerja pada pekerjaan yang bersifat reaktif sederhana dan pilihan, kewaspadaan kognitif, pekerjaan yang membutuhkan respons berkelanjutan dan pekerjaan ganda yang melibatkan pelacakan deteksi target. Tidak heran jika saat ini banyak dijumpai perkantoran atau tempat kerja yang menyediakan mesin pembuat minuman kopi.

Minuman kopi yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat merupakan olahan dari biji kopi yang mengandung nutrisi seperti karbohidrat (60%), protein (13%), asam lemak seperti asam linoleat (39%), asam stearat (13,1%), asam oleat (17,2%), asam arachidat (4,2%), asam palmitat (25,3%), asam 2 behenat (1,0%), kafein arabika (1,0%) dan robusta (2,0%) (Simanjuntak, 2011).

Selain itu, dilansir dari penelitian yang telah dilakukan terbukti bahwa kopi kaya akan vitamin B3, magnesium dan potasium. Kafein sebelumnya dikaitkan pada efek negatif bagi kesehatan.

Tetapi saat ini, banyak penelitian yang membuktikan bahawa kopi memiliki efek yang baik bagi kesehatan seperti sebagai antioksidan, anti-inflamasi, antikarsinogenik, antidiabetik, PD, AD, dan aktivitas kardioprotektif. Sebagian besar hasil penelitian terbaru melaporkan hubungan antara pengurangan risiko yang signifikan 30-60% dalam pengembangan diabetes tipe 2 dan konsumsi kopi.

Mengonsumsi kopi bukan berarti tak memiliki efek negatif yang mungkin ditimbulkan, seperti beberapa penyakit kardiovaskuler seperti hipertensi dan stroke, risiko penyakit jantung koroner, osteoporosis, kekurangan mineral seperti terganggunya penyerapan Fe dan Zn dan patah tulang pinggul pada kelompok usia lanjut.

Efek negatif juga mungkin ditimbulkan pada ibu hamil, yaitu dapat meningkatkan risiko aborsi spontan dan gangguan pertumbuhan janin. Karenany, dianjurkan bagi ibu menyusui, ibu hamil, dan berencana untuk hamil agar membatasi konsumsi kopi yaitu tidak lebih dari 3 gelas kopi atau 300 mg/hari kafein.

Secara umum, efek negatif yang mungkin ditimbulkan akan terjadi apabila kopi dikonsumsi secara berlebihan dalam sehari.

Oleh karena itu membatasi konsumsi kopi dalam sehari sangat penting terutama pada kelompok ibu menyusui, ibu hamil dan berencana untuk hamil. Dan, disarankan untuk tetap memastikan kebutuhan kalsiumnya terpenuhi untuk mengurangi dampak buruk yang mungkin terjadi terkait kesehatan tulang.

Rujukan:

  • Coffee and health from the institute for scientific information on coffee. www.coffeeandhealth.org (pdf)
  • DE MEJIA, Elvira Gonzalez; RAMIREZ-MARES, Marco Vinicio. Impact of caffeine and coffee on our health. Trends in Endocrinology & Metabolism, 2014, 25.10: 489-492.
  • ISLAM, M. T., et al. Coffee: a health fuel-blot popular drinking. Int J Pharm Pharmaceut Sci, 2016, 8: 1-7.
  • MESSINA, G., et al. The beneficial effects of coffee in human nutrition. Biology and Medicine, 2015, 7.4: 1.
  • SEVERINI, Carla, et al. How much caffeine in coffee cup? Effects of processing operations, extraction methods and variables. In: The Question of Caffeine. InTech, 2017.