Baru-baru ini petisi “Hak Siswa Indonesia terhadap Fee Asian Games” muncul dan ramai di lini masa. Rupanya, petisi itu muncul karena honor para penari Ratoh Jaroe di Asian Games 2018 belum dibayarkan.

“Sebagai siswa yang telah menjalankan kewajiban dalam bernegara sudah menjadi kerinduan kami untuk memberikan yang terbaik. Namun, sekarang di mana hak yang seharusnya kami terima setelah pengabdian kami kepada negara?” demikian keterangan yang tertulis di situs change.org. Sejauh ini, petisi yang dibuat oleh FORUM MPK OSIS 2017-2018 telah ditandatangani oleh 5.471 orang.

Dihimpun dari berbagai sumber, pembayaran honor kepada 1.600 penari dari 18 Sekolah Menengah Atas (SMA) diduga bermasalah.

Sebab, pihak INASGOC mengatakan sudah menyerahkan hak para penari sebesar USD 15 atau setara dengan Rp 225 ribu kepada Event Organizer (EO).

INASGOC juga sudah menerima bukti transfer yang dikirimkan EO ke masing-masing rekening sekolah asal para penari. Dengan kata lain, honor para penari sudah masuk ke rekening sekolah, yang bila ditotal setiap penari akan mendapat Rp 3,3 juta dari 15 kali pertemuan.

Namun, sampai saat ini, para penari belum menerima haknya sepeser pun.

Mengutip CNN Indonesia, salah seorang penari dari salah satu sekolah SMA 23 di Jakarta mengungkapkan hal mengejutkan, bahwa sang guru mengatakan tidak mendapat honor.

“Guru bilangnya, tidak ada bayaran jadi jangan terlalu berharap. Kalau dikasih syukur, kalau enggak ya sudah.

Demikian juga yang dialami penari lainnya dari SMA 78 Jakarta. Pihak sekolah, kata murid yang tidak disebutkan namanya ini, justru memberikan tiga opsi pilihan.

“Dikasih jaket atau kaus, jalan-jalan atau uang tunai. Kami maunya uang,” ujarnya, mengutip CNN Indonesia.

Sebelumnya, para penari ini tampil memukau pada pembukaan Asian Games 2018 dengan membawakan tarian Ratoh Jaroe. Tarian mereka pun mengundang decak kagum penonton.

Mari kita lihat lagi tarian mereka lewat video di bawah ini:

sumber foto: Kompas.com/Garry Andrew Lotulung