Ada Cina, Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka. Apa yang terbayang oleh kamu dari lima negara ini?

Lima negara ini bukanlah sedang dalam pertumbuhan ekonomi, atau kemajuan teknologi, misalnya. Tapi kelima negara itu adalah penyumbang limbah plastik ke laut terbesar di dunia, berdasarkan riset Jenna Jambeck, peneliti dari Universitas Georgia, Amerika Serikat, yang dipublikasi pada 2015.

Indonesia menyumbang 187,2 juta ton limbah plastik ke laut, kemudian Filipina 83,4 juta ton, Vietnam, 55,9 juta ton, Sri Lanka 14,6 juta ton, dan terbesar, Cina, 262,9 juta ton.

Besarnya limbah plastik di Indonesia, bahkan sangat besar, untuk menampungnya saja kita membutuhkan 60 lapangan bola (ukuran standart internasional), atau butuh lahan seluas 65,7 hektare.

Bila dilihat dari besarnya jumlah tadi, sudah saatnya nih kita diet menggunakan barang-barang berbahan plastik.

Tapi sebelum itu, ada baiknya kita memahami jenis plastik mana yang hanya bisa digunakan sekali, bisa digunakan lama, atau tak bisa digunakan sama sekali. Caranya, melihat kode yang tercantum dari setiap barang itu tadi.

Untuk lebih jelasnya simak di bawah ini, ya:

Polyethlene Terephalate (PETE atau PET)

Plastik jenis ini aman digunakan atau sekali pakai. Warna dari plastinya ini jernih atau transparan. Tapi plastik ini berbahaya jika terkena air panas, sebab dapat meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik.

Biasanya jenis ini banyak digunakan untuk air mineral kemasan, soda, atau minuman ringan lainnya.

High Density Polyethlene (HDPE)

Plastik jenis ini bersifat lebih tahan panas ketimbang jenis sebelumnya. Warnanya juga cenderung buram. Tapi ada juga berwarna putih susu.

Plastik ini lebih kuat, keras, dan kandungan plastiknya dapat mencegah reaksi kimia antara kemasan dan makanan atau minuman yang dikemas.

Seperti jenis PETE atau PET, plastik ini aman digunakan satu kali pakai. Artinya bukan untuk digunakan dalam waktu lama. Karena plastik ini dibuat dengan antimoni trioksida sehingga dapat menyebabkan iritasi kulit dan pernapasan.

Jenis plastik HDPE biasanya digunakan untuk botol sampo dan botol susu.

Polyvinyl Chloride (PVC)

Unutk jenis satu ini masuk ke dalam kategori yang amat sangat sulit didaur ulang. Sayangnya, jenis ini kerap ditemukan pada pembungkus dan beberapa jenis botol minuman.

Selain itu, jenis plastik ini sangat berbagaya bagi kesehatan apabila bersentuhan langsung dengan makanan atau minuman. Risiko terberatnya adalah mengancam kesehatan ginjal dan hati.

Plastik jenis PVC ini umum digunakan unutk pipa atau kursi plastik.

Low Density Polyethylene (LDPE)

Plastik jenis ini aman untuk makanan karena tidak menimbulkan reaksi kimia ketika menyentuh obyek makanan atau minuman.

Plastik ini juga bersifat kuat, permukannya agak berlemak, sedikit tembus cahaya, dan daya proteksinya terhadap uap air baik.

Walaupun LDPE ini cukup sulit dihancurkan, tapi dapat didaur ulang. Dan plastik ini jamak digunakan untuk tempat makan seperti tupperware atau tempat minum seperti tumbler.

Polyproplyene (PP)

Plastik jenis ini merupakan jenis terbaik dalam urusan menyimpan makanan dan minuman karena sifatnya yang kuat, tahan akan lemak, stabil terhadap suhu tinggi sehingga dapat dipanaskan dalam pemanasan elektrik.

Jenis ini banyak digunakan untuk wadah makanan tahan panas, tumbler, atau juga dot bayi.

Polystrene (PS)

Kalau jenis ini banyak bisa dengan mudah ditemukan, bahkan sangat dekat dengan kita. Selain itu jenis juga harus dihindari, terlebih digunakan sebagai wadah makanan atau minuman.

Biasanya plastik ini kita temukan pada styrofoam atau cup minum sekali pakai. Padahal itu sangat berbahaya bagi otak, sistem saraf, dan sistem reproduksi perempuan. Sebab polystrene dapat mengeluarkan bahan styrene yang dapat juga terkandung dalam asap rokok, kendaraan, dan bahan konstruksi gedung.

Sudah gitu, plastik jenis sangat sulit untuk didaur ulang dan butuh waktu sangat lama.

Selain berbagai macam jenis tadi, masih ada jenis-jenis lainnya seperti polycarbonate (PC), styrene acrylonitrile (SAN), acrylonitrile butadince styrene (ABS), dan nylon. Biasanya jenis-jenis itu ditemukan pada sikat gigi, peralatan makanan, dan lego.