Belakangan beredar informasi kalau produk susu kental manis bukan susu. Kabar tersebut beredar setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengedarkan surat edaran pelarangan. BPOM pun buru-buru merespons hal itu. Menurut BPOM persoalan SKM bukan pada kandungannya, melainkan iklannya.

Dalam iklan kebanyakan produk SKM ini membangun persepsi bahwa SKM adalah konsumsi pemenuh kebutuhan gizi, khususnya untuk anak-anak. Padahal, kata BPOM, SKM hanya pelengkap saja.

“Visualisasi dalam iklan yang sudah diberikan kriterianya oleh BPOM dilanggar (produsen SKM),” kata Kepala BPOM Penny Lukito saat jumpa pers di Kantor BPOM, Jakarta, Senin (09/07/2018).

Baca juga: 4 Poin Larangan BPOM pada Produk Susu Kental Manis

Memang, iklan produk SKM di televisi ini tidak pernah menyebutkan, misalnya, kandungannya yang didominasi oleh gula. Padahal, salah satu produk SKM mengandung¬†gula sebanyak 21 gram–atau 19 gram pada merek lainnya–yang tertera dalam kemasan.

Terkait kandugan, BPOM menerangkan bahwa produk SKM sebenarnya masih memiliki kandungan susu (yang dikentalkan) dalam tataran rendah yang diolah dan ditambahkan gula. Dan BPOM mengatakan, SKM masih aman untuk dikonsumsi, dengan catatan dalam batas wajar.

Meski aman, BPOM menekankan bahwa SKM tidak diperuntukkan sebagai asupan gizi. Sebab, tidak memenuhi standar aturan internasional yang berlaku. Dengan kata lain, nutrisi SKM ini tidak memenuhi kandungan nutrisi susu setara dengan susu asupan kebutuhan gizi.

“Susu kental manis itu sudah jelas merupakan produk yang mengandung susu yang diperuntukkan sebagai pelengkap sajian, bukan produk susu yang digunakan sebagai pemenuhan asupan kebutuhan gizi,” jelas BPOM.

Baca juga: Ingat, Kental Manis Kandungan Utamanya Bukan Susu!

BPOM juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan SKM kepada anak-anak di bawah umur lima tahun, terlebih sebagai pengganti ASI.

Bagaimana kira-kira, kamu masih akan mengongsumsi SKM?