Di saat waktu berbuka tiba, makanan manis seperti es teh manis atau es buah ditambah beberapa jenis gorengan layaknya lontong, risol, atau pastel segera kita lumat. Nikmat betul rasanya. Walaupun sama sekali menu seperti itu sangat tidak dianjurkan.

Dalam banyak riwayat, sebenarnya tidak ada pernyataan yang mengatakan –maupun mendekati– bahwa “berbukalah dengan yang manis”. Yang ada hanyalah, berbuka dengan ruthab (kurma muda) atau bila tidak ada maka dengan tamr (kurma matang). Dan bila tak ada keduanya maka cukup dengan beberapa teguk air.

Selain kurma boleh juga kok makanan lain, asalkan makanan dengan kandungan manis alami seperti buah-buahan.

Hal tersebut bisa dilihat dari satu riwayat sahih yang mengatakan, dipersilakan berbuka puasa dengan makanan yang tidak tersentuh api.

Maksud dari riwayat tadi secara ringkas adalah seseorang dilarang memakan makanan yang sudah tersentuh api sebelumnya, seperti digoreng, hasil olahan, dan, tentu, tidak mengandung bahan kimia.

Baca juga: Tips Buka Puasa Gratis ala Anak Kos

Mengapa kurma?

Selama ini kita mungkin salah mengartikan arti berbuka puasa. Karena saat berbuka puasa, seperti tadi, anjurannya adalah mengonsumsi kurma atau makanan apapun yang belum tersentuh api.

Dan selama ini yang sudah menjadi kebiasaan, kita justru berbuka puasa dengan yang manis-manis. Satu di antaranya bahkan manis buatan.

Karena itu kurma atau buah-buahan yang memiliki kandungan manis alami sangat dianjurkan sebagai menu utama berbuka puasa. Mengapa?

Ketika kita berpuasa sebenarnya terjadi penurunan gula darah dalam tubuh. Sehingga badan kita terasa lemas. Maka dari itu, ketika berbuka puasa kita butuh asupan untuk menyeimbangkan kembali metabolisme dalam tubuh.

Sedangkan kebiasaan berbuka puasa kita selama ini justru sebatas makanan yang manis, tapi tidak alami.

Dalam makanan manis tidak alami faktanya mengandung simple carbohydrate (karbohidrat sederhana). Dan apabila kita santap dapat berakibat gula darah dalam tubuh naik drastis dengan cepat. Kemudian kembali turun dengan cepat. Akibatnya lagi, kita menjadi cepat mengantuk.

Kejadian seperti itu tidak akan terjadi apabila kita mengonsumsi kurma. Sebab, kurma mengandung carbohydrate complex (karbohidrat kompleks) yang membuat kadar gula dalam tubuh kita meningkat, apalagi secara drastis. Karena ada proses di dalamnya.

Baca juga: 5 Buah yang Bagus Dikonsumsi Saat Bulan Puasa

Enggak cuma itu, kurma juga memiliki manfaat baik bagi tubuh kita seperti dan sudah terbukti secara sains. Dalam buku Alquran Vs Sains Modern Menurut Dr. Zakir Naik, kurma matang memiliki nilai gizi tinggi, menyembuhkan radang tenggorokan, menambah kesuburan, merelaksasi usus, dan bahkan memperkuat liver.

Selain itu, dikarenakan sifat kurma panas dan basah, dapat juga mengurangi bahkan membunuh cacing-cacing dalam tubuh jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong di pagi hari.

Nah, penjelasan singkat tadi, kamu jadi sudah tahu kan kenapa baiknya kita mengonsumsi kurma atau makan makanan yang mengandung manis alami saat berbuka puasa. Mulai sekarang kita terapkan yuk untuk tidak sembarang berbuka dengan makanan yang asal manis. Tujuannya supaya tubuh kamu tetap fit terus.

Ngomong-ngomong, ada yang tahu “berbukalah dengan yang manis” itu tagline iklan apa?

sumber gambar: hardrockfm.com/shutterstock