Baru-baru ini warganet ramai membicarakan tentang susu kental manis (SKM) yang rupanya kandungan utamanya bukan susu. Pembicaraan itu pun membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) surat edaran berupa pelarangan.

Surat edaran BPOM itu ditujukan untuk produsen, importir, distributor produk susu kental, dan analognya berdasarkan Pasal 100 ayat (1) dan Pasal 104 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dan Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 44 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 Tentang Label dan Iklan Pangan.

Baca juga: Revolusi Putih: Sebuah Urgensi atau Lancut?

Adapun Surat Edaran BPOM berisi:

  1. Label dan iklan produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah lima tahun dalam bentuk apapun.
  2. Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) disertakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi. Produk susu lain, antara lain susu sapi/ susu yang dipasteurisasi/ susu yang disterilisasi/ susu formula/ susu pertumbuhan.
  3. Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.
  4. Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Selain itu juga, BPOM mengimbau kepada produsen/importir/distributor produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) untuk harus menyesuaikan dengan surat edaran ini paling lambat enam bulan sejak ditetapkan.

Baca juga: Ingat, Kental Manis Bukan Susu!

Nah, dari surat edaran BPOM ini, kita jangan sangka lagi ya kalau SKM itu adalah susu.