Tentang mistis di Indonesia selalu menjadi perbincangan hangat. Apapun topiknya, asal itu mistis pasti menarik. Mereka berbondong-bondong untuk membahasnya. Walau zaman sudah modern, teknologi berkembang pesat, hal-hal berbau mistis selalu menjadi pilihan utama. Misal, video-video di Youtube bertemakan atau berkonten mistis tak jarang menjadi trending.

Menarik memang bahwa seakan-akan segala unsur yang berbau mistis selalu melekat di hati masyarakat Indonesia. Bahkan mistis juga ‘merambah’ dunia hewan.

Di Indonesia beberapa kali sempat beredar kabar adanya hewan mistik, yang artinya di dalam hewan tersebut tersimpan unsur-unsur makhluk ghaib. Ngeri ya.

Kita ambil beberapa contoh:

Kucing hitam
Dari perawakannya lumayan seram. Kucing berwarna tubuh hitam pekat ini mitosnya –dan hangat beredar di masyarakat– adalah jika ia melangkahi tubuh mayat, maka mayat tersebut akan bangkit kembali dengan dimasuki roh-roh yang jahat.

Ular putih
Opini beberapa masyarakat, ular putih ini adalah ular siluman, alias jadi-jadian. Dan bahkan di sebuah gua di Manggarai diyakini terdapat ular putih yang mana gua tersebut adalah sebagai istana dari ular putih.

Burung gagak
Konon katanya jika ada burung gagak yang hinggap di suatu rumah dan bersuara, maka akan ada orang yang meninggal di daerah tersebut.

Monyet putih
Percayanya masyarakat akan monyet putih yang tesimpan misteri juga ada. Di beberapa daerah di Indonesia, konon, jika mereka melihat monyet putih, maka akan terjadi peristiwa alam.

Selain keempat hewan tadi, ada juga yang terbaru dan menjadi perbincangan hangat. Kali ini adalah kadal tegu atau argentine tegu lizad.

Di salah satu acara televisi swasta Indonesia, kadal ini disangkutpautkan dengan hal-hal mistis.

Tentu hal ini membuat pro-kontra dan juga perdebatan yang cukup menarik dari para pecinta hewan eksotis dan juga pecinta hewan reptil, khususnya.

Tegu adalah kadal besar dari Argentina hewan yang eksotis, menarik, dan lucu bagi kalangan hobis –sekaligus menjadi hewan favorit. Saat ini dan sudah banyak hobis yang memelihara kadal tegu walaupun tegu bukan hewan locality¬†Indonesia.

Seperti hewan reptil lainnya, tegu bisa menjadi hewan peliharaan yang jinak kepada pemiliknya, lho.

Tetapi entah apa yang mebuat beberapa pihak dapat menyimpulkan bahwa di dalam hewan tersebut terdapat unsur mistik, padahal hewan-hewan tersebut bisa menjadi teman yang sangat dekat dengan manusia.

Anggapan hewan mistik pun sebenarnya agak sulit dibutkikan. Sementara harus kita ketahui bahwa tidak semua hewan yang berwarna aneh seperti berwarna putih dan hitam itu adalah hewan jadi-jadian karena bisa jadi itu adalah hewan-hewan yang memiliki kelainan genetik dan morph yang saat ini banyak dikembangbiakan di dunia penghobi binatang eksotis.

Contohnya, morph albino yang berwarna putih/kekuningan dan bermata merah. Atau juga morph leucistic yang berwana putih penuh.

Mungkin kita sebagai masyarakat Indonesia jangan terlalu berasumsi yang tidak mendasar karena opini-opini tersebut memunculkan stigma negatif di dunia perhewanan.

Akibatnya, orang-orang jadi tidak mau memelihara, mendekati, dan bahkan berinteraksi dengan hewan-hewan yang berbau mistis.

Padahal, tidak semua seperti itu. Atau bisa saja hewan tersebut memiliki kelainan gen.

Karena itu, saatnya kita belajar saling menghargai sesama makhluk hidup.

***

Sumber foto utama: Instagram.com/@typherp


Tulisan di atas merupakan opini penulis. MudaZINE.com tidak bertanggung jawab atas isi tulisan tersebut. Penulis bisa dihubungi di [email protected].

Kanal Opini merupakan wadah tulisan-tulisan Anak Muda di Indonesia yang ingin menuangkan sekaligus turut berbagi tentang fenomena atau isu di sekitarnya. Bergabunglah dengan kontributor MudaZINE sekarang juga!