Baru-baru ini ramai di media sosial kalau Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegur pegawai pemerintahannya dengan kata-kata, “Bu, yang gaji ibu siapa sekarang? Pemerintah apa siapa?”.

Kejadian itu bermula ketika acara sayembara desain sosialisasi internal Pemilihan Umum (Pemilu). Kemudian Rudiantara memilih pegawainya secara acak untuk memberikan salah satu dari dua desain yang terbaik beserta alasannya.

Salah satu pegawainya itu menunjuk pilihan desain nomor dua. Namun, sang pegawai memberikan alasan yang jauh dari konteks. Ia justru memberikan alasan dengan nada politik terkait pemilihan presiden.

Rudiantara pun sebenarnya agak cukup terkejut. Dengan nada sedikit kesal ia memberikan penjelasan kepada pegawainya kalau ini bukanlah soal politik apalagi pemilihan presiden.

Begitu si pegawai turun panggung, Rudiantara kembali memanggil si pegawai tadi dan bertanya, “Bu, yang gaji ibu siapa sekarang? Pemerintah apa siapa?”. Pernyataan itulah yang kemudian ramai viral dibicarakan. Salah satunya adalah persoalan gaji, pemerintah, dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Banyak yang menyimpulkan bahwa Rudiantara mengatakan kalau ASN digaji oleh pemerintah. Padahal jelas tidak ada pernyataan semacam itu.

Lalu kalau bukan pemerintah, siapa yang menggaji ASN?

ASN secara langsung digaji oleh negara yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Gaji ASN ini oleh negara ini sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara.

Selain itu juga termuat dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, dan pada pasal 1 disebutkan bahwa pegawai ASN digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Sementara APBN ini memiliki banyak sumber penerimaannya, seperti pajak, penerimaan negara bukan pajak, hibah, dan lain-lain yang jumlahnya sangatlah besar tiap tahunnya.

Nah, jadi sekarang jangan salah paham lagi kalau ASN digaji oleh pemerintah.

Satu lagi, pemerintah dan negara itu beda, lho.

Sumber foto: rmol.co