Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi semakin menjadi perbincangan, baik di media arus utama atau di media sosial. Ini tak lain menyangkut pernyataan-pernyataannya yang dinilai kontroversial.

Tahun lalu Edy membuat pernyataan cukup mengejutkan setelah mendengar kabar Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn dikontrak klub asal Malaysia, Selangor FC.

Edy tampak geram dan mengatakan, “Siapa mereka? Seenaknya saja mengontrak-ngontrak.” Pernyataan itu ditujukan kepada Selangor FC.

Setelah itu pernyataan Edy ditujukan kepada Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn dengan mengatakan keduanya mata duitan dan tidak nasionalis.

“Kalau mata duitan, ya repot juga kita. Enggak ada jiwa nasionalisme. Nanti akan saya kumpulkan segera,” kata Edy yang juga Gubernur Sumatera Utara ini.

Kemudian ada pernyataan-pernyataan lain dan tak kalah kontroversial. Misal, ketika jurnalis tirto.id meminta tanggapan seputar banyak suporter tewas sejak 2016 hingga 2018, Edy justru mengatakan begini, “Tanggapannya saya mau mundur saja jadi umum PSSI! Kamu [saja yang] jadi ketua PSSI, mudah-mudahan tidak ada yang tewas, deh.”

Demikian di lain media. Kompas TV, misalnya, pernah mewawancarai Edy secara eksklusif dengan Aiman Wicaksono sebagai presenter. Persoalannya masih sama, yakni tewasnya suporter. Aiman menanyakan pendapat Edy tentang itu, dan jawabannya sangat mengejutkan: “Yang salah adalah suporter.”

Lalu tibalah pada pertanyaan penutup sederhana. Aiman menanyakan, “Anda sekarang menjadi Gubernur Sumatera Utara, apakah Anda merasa terganggu tugas Anda tanggung jawab Anda menjadi Gubernur kemudian menjadi ketua PSSI?”

Dan Edy menjawab, “Apa urusan Anda menanyakan itu. Bukan hak Anda juga bertanya kepada saya.”

Jawaban terakhir Edy di Kompas TV itu kemudian mendadak ramai di dunia maya. Tagar #SiapPakEdy pun mewarnai linimasa.

Ketua PSSI yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat PSMS Medan ini terus semakin menjadi sorotan. Masih soal pernyataannya. Kali ini tak kalah membuat decak kagum dari pernyataan-pernyataan sebelumnya.

Belum lama ini Edy ditanya tanggapan perihal evaluasi PSSI atas gagalnya Timnas di ajang Piala AFF 2018. Edy justru menjawab, “Wartawannya yang harus baik. Jadi, kalau wartawannya baik, nanti timnasnya baik.”

Ada lagi, ada lagi. Kali ini kita disuruh milih. Jadi gini, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menunggu pertanggungjawaban Edy Rahmayadi sebagai ketua PSSI dalam bentuk pernyataan resmi atas kemerosotan timnas di Piala AFF.

Edy memang memiliki cara-cara ajaib untuk menghibur kita di tengah mandeknya prestasi timnas. Seperti dilansir kompas.com, ia mengatakan, “Menpora? Menpora bilang apa? Kalian lebih percaya sama Gubernur atau Menpora?”

Nah, menurut kamu kalau urusan sepakbola harus dipercayakan kepada Gubernur atau Menpora?

***

Sumber foto: medcom.id/Riyan Ferdianto