Kini Indonesia tengah ‘kebanjiran’ anak muda. Bonus demografi kata orang. Atau generasi milenial, perwakilannya. Para anak muda ini memiliki berbagai macam tipe.

Dari banyaknya anak muda, setidaknya saya mengamati terdapat tiga tipe pemuda. Tiper pertama adalah tipe cerdas. Tipe kedua adalah pemuda terdepan, dan ketiga adalah pemuda yang berbeda.

Tetapi, apa saja perbedaan dan keunggulan dari masing-masing tipe pemuda ini?

Yuk kita simak sama-sama tiga tipe pemuda yang ada saat ini:

Pemuda Cerdas

Memang secara khusus pemuda identik dalam tiga hal. Pertama adalah pemuda cerdas. Tipe ini identik dalam hal akademik, perkuliahannya memiliki nilai yang memuaskan. Dosen ataupun pengajar sangat senang dengan pemuda tipe pertama ini, karena dalam urusan akademik mereka sangat ampuh diandalkan.

Pemuda cerdas, banyak yang mengatakan, identik dengan kepribadian membosankan karena hidupnya hanya terbatas memahami teori perkuliahan atau akademik saja. Jarang sekali pemuda tipe ini memiliki kelebihan networking dengan lingkungan sekitarnya. Namun jikalau bicara teori dan segudang materi akademik dengannya tak perlu diragukan lagi.

Pemuda macam ini memang gemar sekali mampir ke perpustakaan membaca buku, berdiskusi dengan teman-teman soal pelajaran yang diberikan dosen ataupun pengajarnya. Tipe kepribadian orang macam ini adalah tipe kepribadian melankolis yaitu memiliki ciri sikap pendiam, pemikir, dan perfeksionis.

Sikap perfeksionisnya membuat ia mampu menyelesaikan tugas secara sistematis dan tepat waktu, namun tak jarang hal tersebut juga membuat mereka menjadi pesimis, kritis, dan sering kecewa jika hasilnya tidak sesuai dengan usaha yang telah mereka lakukan.

Pemuda Terdepan

Tipe pemuda kedua adalah pemuda terdepan. Kalau tipe pemuda seperti ini identik dengan pola pikirnya yang inovatif, kekinian, dan suka menyelesaikan masalah. Mereka condong berada digaris terdepan dalam inisiator gerakan.

Tentu hal ini menjadi kelebihan tersendiri pada diri pemuda seperti ini. Kemauan dan arah pemuda melangkah diharapkan dapat menentukan gerak laju bangsanya.

Sepanjang sejarah, gerakan pemuda dapat memecahkan masalah yang ada di tengah masyarakat. Pembaca sekalian tentu tak asing dengan nama seorang M. Alfatih Timur yang baru berusia 24 tahun.

Alfatih Timur, atau biasa dipanggil Timmy, pernah membangun sebuah platform crowdfunding atau patungan Kitabisa.com. Cerita awal pembentukan platform ini adalah kesadaraan Timmy akan budaya gotong royong di tengah masyarakat Indonesia.

Dari ide rintisan (startup) itulah, Timmy sukses menghubungkan orang yang memiliki ide-ide sosial dengan mereka yang mempunyai kelebihan dana melalui platform patungan yang dilakukan secara daring. Pemuda seharusnya selalu hadir untuk memberikan solusi inovatif dalam menyelesaikan masalah di lingkungan masyakatnya.

Selain Timmy, juga ada Nadiem Makarim pendiri GoJek yang telah membuktikan prestasi luar biasa. Dengan hadirnya Gojek dapat membantu serta melayani seluruh masyarakat Indonesia di manapun mereka berada yang membutuhkan jasa transportasi untuk berpergian. Dan juga memberikan lapangan pekerjaan baru.

Ditambah lagi nilai positig Gojek adalah sukses membuka lapangan kerja baru bagi ribuan pengangguran yang ada di Indonesia. Diketahui kini setidaknya ada lebih 10 ribu supir ojek yang tergabung dalam GoJek. Sungguh solusi inovatif yang sederhana namun memiliki respon positif dari masyarakat dan sudah menjamur di masyarakat.

Pemuda terdepan memiliki tipe kepribadian koleris, mereka cenderung mempunyai kemampuan Leadership atau jiwa memimpin yang bagus. Hal ini dikarenakan kepribadian ini mudah menentukan sebuah keputusan.

Individu yang berkepribadian koleris sendiri mempunyai tujuan yang fokus untuk ke depannya juga selalu produktif dan dinamis dalam sikapnya. Tak ayal banyak ide-ide berlian lahir dari pemikirannya.

Pemuda Paling Beda

Tipe pemuda ketiga adalah pemuda paling beda. Kalau dibandingkan dengan tipe pemuda lainnya tipe ini adalah paling unik, karena tidak terlalu cerdas, ataupun kreatif memecahkan masalah seperti dua tipe sebelumnya. Akan tetapi menariknya tipe pemuda semacam ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh pemuda cerdas dan terdepan.

Anda tentu kenal dengan Gibran Rakabuming Raka atau lebih akrab dipanggil Gibran? Siapa sangka putra sulung seorang Presiden Jokowi dengan begitu rendah hati merintis sebuah usaha kuliner, dengan sikapnya yang ulet dan gigih, ia berhasil dengan usaha kuliner Markobar (Martabak Kota Barat), bahkan usahanya itu sudah merambah hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia, hebat bukan?

Kisah pemuda paling beda tak berhenti sampai di situ. Pembaca tentu kenal dengan Raditya Dika seorang penulis, yang saat ini sudah familiar dan populer di dunia entertainment.

Berawal dari tulisan sederhana di blog pribadinya hingga menerbitkan puluhan novel, namun langkah ia untuk membuat novel tidaklah mudah. Tak terbayang berapa banyak penerbit yang menolak untuk menerbitkan novelnya hingga sampai akhirnya penerbit Gagasmedia menerima naskah novelnya.

Selain dalam dunia kepenulisan, Raditya Dika juga mampu merambah ke dunia komedi tunggal (Stand Up Comedy)–sekaligus melambungkan namanya.

Raditya Dika memang sangat mumpuni dalam lawakan komedi tunggal ini. Dengan banyaknya materi dan ide yang dimiliki dan keahliannya berakting di depan layar kaca, ia menjadi sangat sempurna untuk menjadi comic (sebutan komedian stand up). Sebuah perjuangan yang tak kenal pamrih dari pemuda paling beda adalah kuncinya.

Tipe kepribadian dari pemuda ini adalah sanguinis, ia cenderung suka bicara dan mudah untuk menjalin relasi dengan orang sekitar, sanguinis memiliki pribadi yang ramah, responsive, rasa ingin tahu yang besar dan suka bicara.

Tentu masih banyak kisah kisah pemuda paling beda yang menginspirasi kita, namun itu tidak berarti apa-apa jika kita sendiri tidak mau tampil beda dan unjuk gigi ke permukaan menjadi pemuda yang memiliki nilai jual tinggi di masyarakat.

Ada banyak kelebihan tentunya dalam diri kita, namun kita malu ataupun malas dalam mengasah kelebihan itu. Diperlukan sikap gigih, ulet dan berani.

Akhir kata, jika kalian tidak mampu menjadi pemuda cerdas, pemuda terdepan, jadilah pemuda paling beda, karena dengan ini kalian bisa menjadi elemen penting pelengkap bangsa indonesia.

Ayo terus berbenah diri dan paham betul passion diri kita dan apa yang bisa kita berikan untuk masyarakat sekitar.

Apakah kita masuk dalam tiga kategori pemuda tersebut? Atau justru kita masuk dalam kategori keempat: Pemuda yang tidak cerdas, terbelakang, dan tidak mempunyai hal beda dalam diri. dengan kata lain biasa-biasa aja? Atau juga tidak memiliki nilai jual dalam diri? Sungguh amat sangat disayangkan tipe pemuda semacam ini.

Sumber gambar Pixabay.com