Berdasarkan penelitian Alvara Research Center menyebut bahwa 1 dari 3 penduduk Indonesia adalah milenial, dan 8 dari 10 milenial terkoneksi dengan jaringan internet. Namun kita sadar betul betapa minat baca di kalangan generasi muda sangat rendah.

Semakin menjamurnya teknologi dengan fitur canggihnya membuat para pemuda enggan untuk membaca buku.

Akibatnya jarang sekali generasi milenial kita yang paham dengan isu, peristiwa, atau informasi yang belakangan terjadi.

Tidak heran memang, karena tidak ada paksaan dalam diri untuk mengubah pola pikir kita dan menambah wawasan keilmuan kita. Padahal membaca dapat mengasah Critical Thinking (berpikir kritis) seseorang.

Agk mengherankan ketika membaca hasil penelitian Alvara Research Center bahwa konsumsi internet generasi milenial rata-rata lebih dari 7 jam per hari.

Hal ini tercermin dari pola penggunaan gawai mereka yang membutuhkan koneksi internet ketika menggunakan fitur-fitur smartphone mereka. Tapi mengapa minta baca mereka masih sangat rendah, ya?

Lantas apa yang harus kita lakukan untuk menumbuhkan Critical Thinking (berpikir kritis) terutama melalui membaca?

Saya mencoba berbagi beberapa tips yang bisa membantu permasalahan ini. Pertama adalah tanamkan dalam diri kita bahwa buku adalah kekasih yang selalu hadir menemani. Inilah yang dicontohkan oleh Bung Hatta (Wakil Presiden Republik Indonesia pertama).

Sejak kecil hingga usia dewasa, Bung Hatta, melalui pengasingan sampai melalui masa tua, selalu menempatkan buku sebagai kebutuhan primernya. Artinya, tiada hari tanpa membaca. Itu terlihat dari keseharian Bung Hatta yang bisa menghabiskan 6-8 jam hanya untuk membaca.

Perlu kita ketahui, ada 4 kekasih dalam kehidupan Bung Hatta, yaitu Indonesia, rakyat Indonesia, Rahmi Hatta, dan buku.

Kekasih yang terakhir ini yang unik menurut saya, karena ia mau bercengkrama dan tak mau melewatkan sedetikpun tanpanya.

Bahkan beliau sendiri pernah berkata, “Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.”

Tak heran, karena membaca buku, Bung Hatta mampu menyumbangkan pikiran-pikiran yang memajukan untuk bangsa ini. Selain itu, banyak tulisannya yang menginspirasi para pemuda sehingga terbentuklah Sumpah Pemuda, salah satunya.

Pria kelahiran Bukittinggi ini memang tidak langsung melawan penjajah dengan bambu runcing atau senapan. Tapi dengan pemikirannya yang mampu menggerakkan generasi bangsa di masa lalu ia turut andil dalam kemerdekaan.D an itu semua, berkat buku-buku yang mengisi harinya.

Kedua adalah temukan bacaan favoritmu, kalau saya sendiri memiliki buku khusus untuk dibaca dan tidak boleh dilewatkan, buku itu adalah buku motivasi dan buku romansa.

Dari membaca buku, saya banyak mendapatkan inspirasi dan kekuatan kata. Kekuatan kata, terkadang tersirat dalam untaian kalimat di sebuah buku yang kita baca. Di dalamnya, dapat kita temukan sebuah diksi yang membuat kita bersemangat akan suatu hal.

Semisal saya ambil contoh buku “Peradaban Sarung” karya Gus Dhofir Zuhry. Di awal buku itu tertulis “sebelum belajar tentang Tuhan dan agama, terlebih dahulu belajarlah tentang manusia. Sehingga jika suatu saat nanti anda membela Tuhan dan agama, anda tidak lupa bahwa anda adalah manusia”. Itulah yang saya sebut dengan kekuatan kata.

Lain halnya dengan novel romansa Dalam Sketsa karya Ikrom Mustofa. Di situ ada bait-bait yang menurut saya epik banget untuk diulang- ulang sebagai kata penyemangat, motivasi, dan nasihat: “bisu yang sering tak mau tahu dari seorang perasa yang bertemu dengan seorang tak peka”.

Pasti setelah membaca buku-buku romansa, gayamu bicara juga jadi beda. Inilah yang saya sering sebut dengan kekuatan kata.

Ia akan terngiang dalam benakmu dan membuat kamu sering mengulang-ulangnya di kesibukan hari-harimu.

Tips terakhir atau ketiga adalah membaca tidak harus melulu membeli buku. Perkembangan teknologi telah memberi sumbangsih positif dalam pendidikan khususnya membaca.

Saya termasuk yang memanfaatkan teknologi untuk membaca. Halaman favorit saya yang sering saya kunjungi adalah Good News From Indonesia, idntimes, isigood, dan lain sebagainya. Saya sering juga mengunggah e-Book yang tersedia gratis.

Intinya manfaatkanlah teknologi mulai dari sekarang. Carilah kanal-kanal berita, artikel-artikel mengedukasi, blog-blog romantis yang dapat membentuk pola pikir dan gaya bicaramu.

Semoga tulisan ini bermanfaat.


Tulisan di atas merupakan opini penulis. MudaZINE.com tidak bertanggung jawab atas isi tulisan tersebut. Penulis bisa dihubungi di [email protected].

Kanal Opini merupakan wadah tulisan-tulisan Anak Muda di Indonesia yang ingin menuangkan sekaligus turut berbagi tentang fenomena atau isu di sekitarnya. Bergabunglah dengan kontributor MudaZINE sekarang juga!